Logo
masjid AL - MANAAR
memakmurkan, mencerahkan, dan berkemajuan
image

KLIKMU.CO – Kajian Ahad Pagi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Balas Klumprik, Wiyung, Kota Surabaya, kembali digelar di Masjid Al-Manaar Balas Klumprik RT 01, RW 01 pada Ahad (23/2/2025). Kajian yang menghadirkan Ustadz Saifuddin Zaini ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Ahad keempat setelah salat Subuh berjamaah.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua PRM Balas Klumprik Ustadz Ali Imran mengajak seluruh jamaah untuk aktif mengikuti pengajian Ahad pagi setiap bulannya. Ia menekankan pentingnya menimba ilmu dan memperkuat ideologi Muhammadiyah.

Kajian kali ini mengangkat tema “Kaifiyah Puasa Ramadhan”. Ustadz Saifuddin Zaini membuka ceramahnya dengan menyapa jamaah dan menyampaikan berbagai metode penentuan awal puasa Ramadhan.

Dia menjelaskan bahwa penentuan awal Ramadhan dapat dilakukan dengan beberapa cara yang memiliki dasar dalam syariat, yaitu:

  1. Melihat bulan (wujudul hilal) – berdasarkan kesaksian orang yang adil yang melihat hilal.
  2. Menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari – jika hilal tidak terlihat.
  3. Menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi) – seperti yang diterapkan oleh Muhammadiyah dengan dasar dalil yang relevan dan shahih.

Ia menekankan bahwa puasa Ramadhan adalah ibadah mahdhah, sehingga dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Oleh karena itu, Muhammadiyah memilih metode hisab dalam menentukan awal Ramadhan.

Selain itu, Ustadz Saifuddin juga membahas doa-doa yang sering dibaca menjelang Ramadhan. Beliau mengingatkan bahwa beberapa doa yang biasa diajarkan memiliki sanad yang dhaif (lemah), sehingga yang lebih utama adalah introspeksi diri, bersyukur atas kesempatan bertemu kembali dengan Ramadhan, serta menyucikan hati dengan istighfar dan taubat kepada Allah.

Menutup kajian, ia menyampaikan permohonan maaf jika terdapat perbedaan pendapat dan berharap ilmu yang disampaikan bermanfaat bagi jamaah.

“Semoga kita bisa selalu berfastabiqul khairat, karena dalam berfastabiqul khairat kita harus mencari yang terbaik untuk menjadi lebih baik,” tuturnya.

Acara ditutup dengan doa menjelang Ramadhan dan kebersamaan menikmati sarapan lontong cap gomek.

(Hidayat/AS)